Enterprise AI Workforce • Indonesia-first • Modular Automation

AI WORKFORCE UNTUK PERUSAHAAN

buruh.ai membantu perusahaan menggantikan pekerjaan repetitif dengan agen AI—mulai dari operasional blue collar, administrasi white collar, layanan public, sampai tim digital. Cepat, terukur, dan siap integrasi.

Mode

Openclaw-first

Output

Agents + SOP

Goal

Cost ↓ / Speed ↑

Scale

Company-wide

Scroll

Solusi

Ganti “tugas”, bukan manusia.

Fokus buruh.ai: otomatisasi pekerjaan berulang yang memakan waktu, rawan error, dan mahal jika dilakukan manual—dengan kualitas output yang konsisten.

Agen AI berbasis SOP

Mapping proses → tulis SOP → jadikan agent. Output dapat diaudit.

Integrasi sistem perusahaan

Berjalan di atas tools yang sudah ada: ticketing, email, spreadsheet, ERP, CRM.

Kontrol & keamanan

Permission, logging, dan batasan akses agent—siap kebutuhan enterprise.

How it works

Identify → Codify → Deploy

Mulai dari proses yang paling sering dilakukan. Kita ubah jadi modul agent yang bisa di-scale. Step pertama: Openclaw + agent orchestration.

01

Process Mapping

Ambil workflow nyata: siapa melakukan apa, bottleneck terjadi di mana.

02

Agent Build

Agent patuh SOP + guardrails, siap QA, logging, dan audit trail.

03

Pilot → Rollout

Mulai 1–2 divisi, ukur ROI, lanjutkan ke skala perusahaan.

Minta Assessment modular • measurable • enterprise-ready

Output yang bisa dipakai + diukur — bukan sekadar demo.

Use cases

Blue collar. White collar. Public. Digital.

buruh.ai didesain untuk mengotomatisasi tugas lintas peran—dari lapangan sampai back office. Pilih use case yang paling “painful”, lalu pilot.

Priority targets

Repetitif.
High-volume.
Error-prone.

Jika pekerjaan kamu masuk kategori di atas, ROI biasanya cepat. Kami bantu mapping proses + rancangan agent + implementasi pilot.

Blue collar ops

Laporan harian, checklist, insiden, jadwal, inspeksi, dispatch, rekap pekerjaan lapangan.

White collar admin

Email triage, dokumen rutin, notulen, procurement request, HR admin, payroll checks.

Public service

Frontdesk/Q&A, antrian, klasifikasi tiket, verifikasi berkas, pengingat layanan.

Digital teams

Support, moderation, knowledge base, onboarding, QA checklist, analisis ringkas.

Mulai dari 1 use case, bukan “transformasi besar” dulu.

Roadmap

Dari software agents ke robotik.

Kita mulai dari agen AI yang berjalan di atas sistem perusahaan (Openclaw, tools, integrasi). Setelah stabil dan terukur, baru melangkah ke hardware: robot, humanoid, dan otomasi fisik.

Phases

Phase 1 — Software Workforce

Agent untuk SOP perusahaan: email, ticketing, dokumen, reporting, admin ops.

Phase 2 — Tool + Device Integration

Agent terhubung ke perangkat internal: kios, scanner, IoT sederhana, workflow lapangan.

Phase 3 — Robotics

Eksekusi fisik: robot/arm/humanoid untuk tugas tertentu—ketika software phase sudah matang.

Mulai Phase 1 start simple • prove ROI • scale

Fokus awal: implementasi cepat + hasil terukur.

For companies • pilot-first

Siap pilot di perusahaan kamu?

Kirim kebutuhan singkat: industri, tim target, proses repetitif, sistem yang dipakai, dan target hasil. Kami balas dengan rancangan pilot + estimasi dampak.

Pilot scope: 1–2 use case • 2–4 minggu • outcome terukur

buruh.ai • enterprise automation • indonesia-first